Wisata Hutan Bakau di Batam

Batam. Apa yang Anda pikirkan? Belanja dengan harga yang lebih murah daripada di Jawa? Yah benar. Hal ini karena letaknya yang lebih dekat dengan Singapura dan juga memiliki Peraturan Pemerintah untuk bebas pajak (barang tertentu). Wisata, pasti Pengungsian Galang dan Jembatan Barelang. Namun apakah Anda pernah mendengar wisata “Hutan Bakau” di Batam?

Batam memiliki daerah Bakau yang hampir punah. Menurut data dari Antaranews, hutan bakau pada tahun 1970 yaitu 24% dari seluruh luasan pulau Batam. Namun sekarang hanya terdapat 4.2% saja. Hal ini berarti terdapat alih fungsi hutan bakau yang ada.

Namun Winner Group Batam bekerja sama dengan Millennium United melakukan konservasi dan pengembangan hutan bakau yang letaknya di daerah Tiban. Bukan saja menjaga eksistensi hutan bakau itu, namun juga mengembangkan dan memelihara hutan bakau serta menjadikan wisata yang sangat unit. Bahkan di sekitar hutan bakau tersebut akan segera di bangun Gyana Mangrove Resort & Spa, hotel International berkelas bintang 5 yang menjadikan daerah hutan bakau lebih produktif dan lebih terjaga eksistensinya.

Selain resort bintang 5, terdapat pula perumahan dengan nuansa hutan bakau yang sangat asri. Hunian ekslusif dan asri bernuansa hutan bakau adalah satu-satunya hunian dengan nuansa alam bakau di Pulau Batam.

Tertarik untuk mendapatkannya? Silahkan hubungi marketing Winner Group Batam.

2017-01-21-11-36-29

Iklan

Wisata Memilukan Tempat Ex-Pengungsi Vietnam

Batam, selain tempat menarik untuk belanja karena berdekatan dengan Negara Singapura, adalah tempat di Indonesia yang memiliki tempat ex-pengungsian dari Negara Vietnam. Dan luas tempat pengungsian ini adalah sebesar 80 hektar. Sungguh tempat pengungsian yang sangat besar.

Saat kita akan mengunjungi tempat ini, maka kita akan melihat layaknya sebuah kota yang isinya adalah orang-orang pengungsian dari Vietnam. Dan didalam tempat ini terdapat lengkap isi sebuah kota, mulai dari sirkulasi air bersih, instalasi listrik, rumah penduduk, rumah sakit, sekolah, penjara, rumah ibadah hingga kuburan.

Sungguh akan sangat ironis melihat foto-foto pengungsi yang datang dari Vietnam dengan sebuah perahu yang harusnya maksimal berisi 30 orang, namun menampung hingga 150 orang. Belum lagi foto-foto pengungsi yang sungguh memilukan.

Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan UNHCR, divisi pengungsian dari PBB membangun berbagai fasilitas di tempat tersebut yang berisi hingga 250.000 pengungsi. Tempat pengungsian ini terakhir ditinggalkan oleh penghuninya pada tahun 1996, dan telah dihuni selama 21 tahun (mulai tahun 1975). Banyak pengungsi yang telah kembali ke Vietnam atau mendapatkan suaka di negara lain.

Cobalah untuk datang ke tempat bersejarah dan unik saat kita mengunjungi Batam. Lokasinya hanya berjarak 50km dari pusat kota Batam. Dan kita akan menikmati indahnya Jembatan Barelang saat akan mengunjungi tempat ini.

2017-01-21-14-48-03

 

Jembatan Barelang, Jembatan Penghubung Pulau-pulau

Icon kota Batam yang pernah menjadi Icon terkenal pada Visit Batam 2010 yaitu Jembatan Barelang. Jembatan ini terletak 20 km dari pusat kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Jembatan yang digagas oleh mantan Presiden Indonesia, B.J. Habibie pada tahun 1992 dan diresmikan oleh pemerintah pada tahun 1998.

Kata Barelang sendiri adalah akronim dari 3 pulau besar yaitu Pulau Batam, Pulau Rempang dan Pulau Galang. Jembatan ini terdiri dari 6 jembatan dengan total panjang 2.264 meter dan diberi nama menurut raja yang pernah berkuasa pada zaman Kerajaan Melayu Riau pada abad 15-18 Masehi.

1. Jembatan yang pertama sekali kita temui disebut dengan nama Jembatan Tengku Fisabilillah. Struktur dan modelnya mirip dengan golden gate-nya San Fransisco USA. Jembatan inilah yang paling dikenal oleh masyarakat. Jembatan ini menghubungkan Pulau Batam dengan Pulau Tonton dan memiliki lebar tinggi 642 x 350 x 38 meter. Jembatan ini bercirikan model Cable Stayed yang menjuntai dan megah.

2. Jembatan kedua bernama Jembatan Narasinga yang menghubungkan Pulau Tonton dengan Pulau Nipah, berbentuk lurus tanpa lengkungan dan memiliki panjang lebar tinggi 420 x 160 x 15 meter.

3. Jembatan ketiga adalah Jembatan Ali Haji yang menghubungkan Pulau Nipah dengan Pulau Setokok dan memiliki panjang lebar tinggi 270 x 45 x 15 meter.

4. Jembatan keempat bernama Jembatan Sultan Zainal Abidin yang menghubungkan Pulau Setokok dengan Pulau Rempang dan memiliki panjang lebar tinggi 365 x 145 x 16,5 meter.

5. Jembatan kelima adalah Jembatan Tuanku Tambusai yang menghubungkan Pulau Rempang dengan Pulau Galang dan memiliki panjang lebar tinggi 385 x 245 x 31 meter.

6. Jembatan terakhir bernama Jembatan Raja Kecil, menghubungkan Pulau Galang dengan Pulau Galang Baru dan memiliki panjang lebar tinggi 180 x 45 x 9,5 meter. Selain jembatan pertama, jembatan yang juga terkenal adalah jembatan keenam ini. Jembatan ini dikenal karena nilai sejarah dari pulau yang dihubungkannya. Di Pulau Galang ini pernah dijadikan tempat penampungan sedikitnya 250.000 pengungsi dari Vietnam pada tahun 1975-1996. Bekas tempat pengungsian yang berada di Desa Sijantung, Kecamatan Galang ini masih menyisakan benda-benda atau bangunan-bangunan peninggalan para pengungsi.

Tertarik? Datang dan cobalah ber-selfie ria dan pasti akan sangat OK dijadikan foto di sosial media.

2017-01-21-13-24-03